Memasuki kawasan di sekitar Gang Pinggir dan Gang Lombok di Kota Semarang ibarat kita berada di
negeri Tirai Bambu dengan skala mini. Disinilah warga keturunan Tionghoa
sejak berabad-abad silam menetap di Semarang. Kawasan ini kemudian
lebih di kenal Kampung Pecinan. Di Pecinan sangat kental dengan budaya
Tionghoa. Hampir di setiap gang terdapat klenteng yang masing-masing
mempunyai keistimewaan sendiri.
Pecinan kota Semarang adalah satu blok
yang dilalui sungai Mberok yang mengalir tepat membelah rumah-rumah
panggung milik suku Cina lama di Semarang. Sungai ini kabarnya dulu
menjadi sarana lalu lintas perdagangan antar pulau bahkan antar negara untuk
komoditi-komoditi laris macam rempah-rempah, porselen, sutera, gula
hingga candu. Dan sejak dulu pula suku Cina di semarang telah memegang
peranan penting dalam perekonomian masyarakat, karena itulah pihak
kolonial tak menutup mata, bahkan kemudian karena pentingnya peranan
suku cina, maka pihak pemerintah kolonial mengangkat Kwee Kiau Loo
sebagai pejabat kota pertama pada masa itu.

Sungai Mberok atau lebih dikenal dengan Kali Semarang











































