RSS

CERITA MANIS DARI MI AL IKHLAS KANDANGAN

Cerita ini adalah tentang pelaksanaan Kelas Inspirasi pertama di Kabupaten Lumajang dan sedikit cerita selipan pemanis di balik layarnya. 
Hari itu, Senin tanggal 29 September 2014. Hari Sarjana Nasional yang bertepatan dengan Hari Inspirasi. Hari dimana dilaksanakannya acara Kelas Inspirasi Jawa timur II serentak di beberapa Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Lumajang.
Kebetulan saya beserta ke 8 orang relawan yang lain di tugaskan di Rombel MI Al Ikhlas Kandangan, Kecamatan Senduro. 
Untuk yang belum ngeh, Kelas Inspirasi adalah salah satu program dari Indonesia Mengajar. Sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Bapak Anies Baswedan yang berfokus pada pendidikan dengan mengirim para pengajar muda terbaik ke seluruh penjuru negeri. Kelas Inspirasi sendiri dikhususkan untuk menjadi wadah bagi para professional di bidang masing-masing untuk kembali ke sekolah dasar dalam sehari, berbagi inspirasi dengan menceritakan profesi mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat para generasi muda kita, khususnya anak anak SD untuk berani bermimpi setinggi mungkin sesuai dengan minat mereka masing-masing terlepas dari latar belakang mereka. 

Gerbang Masuk Kecamatan Senduro
(Foto: Google Image)

Medan yang harus kami lalui untuk mencapai lokasi MI AlIkhlas Kandangan. Mendaki Gunung Lewati Lembah *Trust Me is CIYUS* :D
(ada pembangunan jembatan, sehingga mobil yang kami tumpangi di parkir di area sebelum proyek)
(Foto: Dok.KI_Lumajang)

Tempat Kami Mengabdi dalam Sehari
*Melihat Plakat ini setelah mendaki gunung lewati lembah itu Bagaikan melihat Surga*
(Foto: Dok.KI_Lumajang)

Kembali ke hari H pelaksanaan Kelas Inspirasi Lumajang. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya kami sampai di lokasi. Di sekolah kami kebetulan tidak ada upacara bendera karena siswa yang biasanya membaca UUD 1945 tiba-tiba sakit dan tidak masuk sekolah. Jadilah upacara hari itu diganti dengan senam ceria yang irama lagunya kurang lebih seperti TERERERERERERERET... TERERERERERERERET... TERERERET.. TERERERET... TERERERERERERERET... TERERERERERERERET... TERERERET.. TERERERET... (ya gitu deh pokoknya :D ).

Kegiatan Senam Pagi di MI Al Ikhlas Kandangan
(Foto: Dok.KI_Lumajang)

Relawan Pengajar yang bertugas di MI Al Ikhlas Kandangan berjumlah 4 orang, Diantaranya adalah Mas Bagus Prasetyo, Analis Kesehatan di RSUD Dr. Soebandi Jember. Berikutnya ada Mas Ilham Fathur Rozi perawat di BNN. Selanjutnya adalah Mas Muchamad I. David, seorang pengusaha, dan yang terakhir adalah Ibu Fatih, Fasilitator PNPM Mandiri di Kec. Senduro. Disamping relawan pengajar, ada juga relawan Fotografer yaitu Bapak Zainuri a.k.a Om Qiko, Fotografer Profesional pemilik salah satu studio foto di Senduro dan "Bapak Buah" Mas Sulkhan sebagai Videografer. Disamping itu ada ketua rombongan kami yang mungil dan imut Mbak Yani dan Meitha Rizqi yang masih mahasiswa sebagai relawan fasilitator.
Keempat Relawan Pengajar dari kiri atas searah jarum jam: Mas Bagus, Bu Fatih, Mas Ilham dan Mas David
(Foto: Dok.KI_Lumajang)
Berpacu dengan waktu yang semakin siang, kami pun memulai kelas inspirasi. Mas Bagus dan Bu Fatih di Kelas V dan VI, Mas David dan Mas Ilham di Kelas III dan IV. Beragamnya profesi yang dibawa oleh pengajar dihadapan kelas membuat nuansa begitu berwarna. Mas Bagus dengan praktek “Senam Cuci Tangan” nya, yang disambut antusias karena memakai lagu Coboy Junior yang cukup populer di kalangan anak SD. Bu Fatih dengan pemaparan konsep pemberdayaan masyarakatnya, dan Mas Ilham dengan praktek keperawatan dan alat-alat kesehatan penunjangnya dan mas David yang begitu interaktif dengan cacing-cacing yang dibudidayakannya. Disamping itu di akhir sesi kelas III dan IV, mas David dan Mas Ilham juga membuat permainan dengan hadiah seperti alat tulis menulis dan minuman ringan berbagai warna yang disambut gembira oleh anak-anak. 
Hal yang paling saya ingat adalah pas Mas Ilham mengajar dan beliau bertanya ke anak-anak, "hayooo, siapa yang tau alat apa yang biasanya selalu dibawa oleh perawat?", Tanya Mas Ilham sambil menyodorkan gambar Stethoskop di Laptop. Sontak seluruh kelas menjawab, "LAPTOOOOOOP"... Hahaha... Mereka dengan polosnya menjawab laptop, padahal maksudnya mas Ilham kan mau nunjukin gambar Stethoskop di laptopnya. :)).
Hal lucu lain juga pas Mas Bagus tanya "Siapa yang tau nama presiden indonesia?", sontak anak-anak menjawab pak SBY. "Benar". Kemudian Mas Bagus lanjut bertanya, "Kalau foto ibu-ibu disampingnya pak SBY *istrinya* itu siapa namanya?" dan seluruh kelas pun menjawab, " MEGAWATIIIIIIIIII. *ckckck.
 
 
 
 Pose Kacang Panjang Ala Mas David
(Foto: Dok.KI_Lumajang)
 
Di akhir kegiatan, kami membuat closing dengan mengajak seluruh siswa menuliskan cita-cita mereka di stiker bergambar profesi yang telah disiapkan oleh bapak buah a.k.a Mas Sulkhan untuk kemudian ditempel pada stereo foam di masing-masing kelas. Kemudian dilanjutkan dengan berfoto bersama All Crew Kelas Inspirasi Lumajang dengan guru dan kepala sekolah serta murid-murid MI Al Ikhlas Kandangan.


Ini Cita-citaku. mana cita-citamu???
(Foto: Dok.KI_Lumajang)

(Foto: Dok.KI_Lumajang)

Sudah selesaikah acaranya??? Jawabannya BELOM. Acara sesungguhnya baru dimulai. Hehehe... Setelah relawan memberi inspirasi ke anak-anak dan kegiatan sekolah telah di pulangkan, kami para relawan diajak jamuan makan siang di Sekolah. Mantapppp...


Terimakasih atas Jamuannya ya Bapak dan Ibu Guru MI Al Ikhlas Kandangan
(Foto: Dok.KI_Lumajang)

Relawan Pengajar, Fotografer, Videografer dan Fasilitator Rombel Al-Ikhklas Kandangan, Kec. Senduro
(Foto: Dok.KI_Lumajang)

Datang Tampak Muka
(Foto: Dok.KI_Lumajang)
Pulang Tampak Punggung
(Foto: Dok.KI_Lumajang)
NB: Ceritanya nyadur kalimat perpisahannya Bu Ani dan Pak SBY :D

Akhir Cerita, Sebenarnya saya bingung mau nutup tulisan ini dengan kalimat seperti apa. mau nulis kalimat motivasi yang super, tapi saya tidak sehandal pak Mario Teguh. Mau menulis kalimat dengan filosofi keren saya bukan filsafat. Ya sudah saya kutip kalimat indah dari Pak Anis Baswedan saja ya.
 “Semoga, suatu saat kelak, saat mereka jadi seseorang dan bercerita bahwa inspirasinya tumbuh saat Anda, kakak sebangsanya, datang ke sekolahnya. Biarkan mereka menyimpan cerita Anda sebagai bagian dari semangat memenangkan masa depannya,”
SEMOGA!!!  Amien... 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mari Berbagi Inspirasi Melalui Profesi

Pada Tahun 2013, Kelas Inspirasi Jawa Timur I sukses menarik perhatian para professiaonal di beberapa kota di Jatim. Kini akan diadakan kembali Kelas Inpirasi Jawa Timur 2. Untuk pertama kalinya, Kabupaten Lumajang menjadi salah satu penyelenggaranya.

Kegiatan Kelas Inspirasi Lumajang ini mengajak professional untuk turut berkontribusi di dunia pendidikan Indonesia. Dimana para professional tersebut akan menjadi pengajar sehari di SD Negeri yg berada di kawasan Kabupaten Lumajang pada hari Inspirasi yaitu tanggal 29 September 2014, para professional tersebut akan berbagi cerita dan pengalaman tentang seluk beluk pekerjaan mereka sampai hal yang paling detail sekalipun. Hal ini tentunya untuk meginspirasi dan memotivasi anak-anak sd untuk berani bermimpi dan meraih cita-cita yang sesuai dengan potensi dan keinginan mereka. Disamping itu, Kelas Inspirasi juga digunakan sebagai ajang pengenalan berbagai macam profesi unik selain dokter, guru atau polisi. (karena ketiga cita-cita itulah yang selama ini paling banyak dikenal anak-anak sd) :D 
 
Kelas Inspirasi juga bukan hanya digunakan sebagai ajang berbagi semangat berjuang mencapai cita-cita dan pengetahuan profesi dalam satu hari tetapi juga bisa dijadikan sebagai kesempatan silaturahmi antara penggerak pendidikan di sekolah dengan kalangan professional.

Selain membutuhkan Relawan Pengajar, kelas Inspirasi juga membutuhkan relawan fotografer dan videographer untuk mengabadikan dan mendokumentasikan kegiatan ini. Dan yang paling penting, gerakan ini juga membutuhkan banyak relawan panitia. ;)


Karena mengutamakan kerelawanan, jadi kelas inspirasi menyaratkan agar para relawan untuk cuti pada saat hari Inspirasi yaitu tanggal 29 September 2014, selain itu para relawan juga diminta untuk menghadiri pembekalan, melakukan observasi ke sekolah, dan menghadiri sesi refleksi dan evaluasi.

Kelas Inspirasi dikelola oleh tim relawan dari berbagai kota, dan pertama kali diadakan di Jakarta pada tanggal 25 April 2012.


Pendaftaran Relawan Pengajar, Relawan Fotografer dan Videografer dibuka 1 Juli - 17 Agustus 2014 melalui www.kelasinspirasi.org
Jangan lupa pilih Lumajang sebagai kota Kelas Inspirasimu ya......!!!

Saatnya profressional turut berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia “Kedatangan anda ke sekolah mereka, dapat merubah paradigma anak-anak tersebut tentang cita-cita bukan hanya polisi dan guru. Tetapi masih banyak profesi yang bisa anak-anak tersebut dapatkan dan pelajari."

Mari MengInspirasi anak-anak dan buat mereka berani bermimpi. Think big, start small, act now. Jadi mulai sekarang berpikir besar, mulai dari yang kecil dan lakukan sekarang. (Anies Baswedan)
 
:: SATU ORANG BERAKSI, JUTAAN ORANG TERINSPIRASI ::


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Just Want The World To Know...

..that I love Green and Kerropi so so so so much! :D :D :D :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

#NekadTraveller : Dengan Plat Kuningpun Sampai di (Pinggiran) Sempu

Pulau Sempu merupakan pulau yang difungsikan sebagai cagar alam di Kabupaten Malang, Tepatnya di daerah Malang bagian selatan. Pulau Sempu merupakan sebuah pulau kecil TANPA PENDUDUK yang masih termasuk di wilayah Pantai Sendang Biru.
Yah, tentu saja karena dijadikan cagar alam maka pulau ini hanya dihuni oleh flora dan fauna saja…tidak ada manusia yang menetap di sana. Oleh sebab itu pulau ini masih sangat alami, pantai-pantainya seperti belum dijamah manusia.
Ok, cukup penjelasan Sempunya. balik lagi ke cerita ane.

Hari itu, Tgl 25 Agustus 2013, kami geng chibi-chibi berenam (CEWEK SEMUA LHO...!!!) sudah membulatkan tekad untuk pergi ke negeri bahari dengan pasukan penangkap ikan. Inilah kenapa kita malah kayak mau mancing. Maksudnya kami berenam siap berangkat menuju Pantai Sendang Biru bro. Dengan modal kartu kredit nekad dan semangat pantang menyerah akhirnya kami berangkat juga naik angkot LDG dari depan kosan menuju terminal Gadang. Dari terminal Gadang kami oper naik bis kecil jurusan Dampit, kemudian turun di Pertigaan Sumbermanjing. Udah sampai? Belom sob, perjalanan dengan keikhlasan tinggi baru dimulai. Setelah turun dari bis, kamipun langsung disambut oleh mas2 supir angkot jurusan sd merah biru. Awalnya masih nyaman, selonjoran di bangku depannya, malah bisa foto2an lagi. Nih buktinya.. :D

tapi lama kelamaan (lama beud malah. Hampir 1jam meeeeeeen Ngetemnya) muka yg awalnya :D >> :) >> :( >> >:( dan menjadi >:O saat angkot yang segede mobil carry biasa itu diisi dengan 19 orang. (itu belum bayi yang digendong beserta bawaan sembakonya lho yaaaa.. Grrrrrrr
Hijaunya alam pedesaan, birunya langit, sampai gantengnya mas2 desa menjadi sia2 saat posisi duduk mulai umpel2an. ya inilah resiko menuju objek wisata di endonesiyah yang belum sepenuh hati dilayani oleh angkutan umum. FYI, angkot dari turen ke sendang biru hanya sampai jam 3 sore aja sob yang pake tarif normal 15-20 rb (tergantung kebaikan supirnya mau pake tarif yg mana) setelah jam itu kalian dianggap carter angkot yg bayarnya bisa 4-5x lipat dari tarif normal.

Setelah dua jam perjalanan yang menguras kapasitas pantat, akhirnya kami sampai juga dipantai Sendang Biru. Yang pertama kali dilakukan setelah sampai tentu aja nyari toilet umum. hehehe.., gak nahan pengen buang air kecil sob..., hehehe. Teman2 yang lainnya nanyak ke pos penjaga gimana enaknya ke Sempu tanpa acara cemping2ngan. karena niatan kami memang hanya main (ples foto2 tentunya) di pinggiran pantainya. kemudian kamipun disarankan menyewa kapal. Dengan modal uang 100 ribu kami akhirnya sampai dengan selamat di pantai Waru-waru Pulau Sempu. Ga butuh waktu banyak kok, cuma 30 menit buat sampai. jangan lupa minta
nomer Hp pemilik kapalnya ya. biar nanti kalian bisa janjian mau dijemput jam berapa.



Pantai Sendang Biru

Menuju Pantai Waru-waru di Pinggiran P. Sempu

karena ini liburan perpisahan kami buat sahabat yang baru lulus dan mau balik ke kampung halamannya. ya jangan heran ya kalo foto2 kebersamaan kami menuh2in blog ini. hehehe

 Selamat Wisuda Tari (Pojok Kiri yg gak pake jilbab)

flying so high :))



 

Waktu kami habiskan buat renang, main pasir, (baca: gulung-gulung kayak cacing kepanasan), foto2 sampai akhirnya kami capek dan istirahat. Sambil menikmati makanan ringan *bukan delivery 14042 atau 14045 lho ya!!, ditemani dengan pemandangan yang luar biasa !! Tuhan, engkau sungguh sangat mahakuasa untuk menciptakan segala keindahan ini.
 
Satu Kata Buat Sempu: Emeijiiiiiiiiiiing..!!


Kulit yang menghitam menjadi alarm alami kami untuk mengakhiri liburan ini disamping emang udah siang banget dan takut gak dapet angkot balik ke turen. Akhirnya kami menelepon pemilik kapal yang kebetulan masih makan. Yaudah deh kami foto2 lagi. hehehe. tidak lama kemudian jemputan kapal kami bener2 datang, dan kamipun balik ke daratan utama >> Pulau JAWA. Setelah sampai Sendang Biru, kami Makan Bakso karena tadi yang kami makan di Sempu benar2 makanan RINGAN. Bakso habis, dan kitapun balik ke realita, naik angkot lagi. desak2an lagi. 

Perjalanan balik ke turen jadi semakin lama karena barengan sama Karnaval tujuhbelasan yang bikin macet jalan rayanya. tapi kami gak ada yang peduli. soalnya tepar semuanya. diangkot yang penuh sesak itupun kita pada tidur sampe meler2 gitu. :D. tapi alhamdulillah kita sampai dengan selamat di kos Jam 6sore. Total 12jam yang kita habiskan dr kosan-gadang-turen-sendang biru-sempu (pp).

Sampai disini dulu cerita pengalamanku ngangkot ke Pulau Sempu. Jangan kecil hati kalo mau ke Sempu tapi gak ada kendaraan pribadi. Masih bisa ngangkot kok, meski angkotnya ala kadarnya gitu. tapi dijamin deh setelah sampai sana ketidaknyamanan di angkot akan terbayar lunas sama pemandangan yang menakjubkan khas Pulau Sempu. 
Sampai jumpa di liburan nekad lainnya bersama telkomsel.com/nekadtraveler dan tsel.me/TVCNekadTraveler

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dilema Konservasi dan Realitas Sosial di Kawasan Situs Biting

Penghancuran peninggalan sejarah berupa kawasan cagar budaya menunjukkan gambaran keprihatinan kegiatan konservasi. Bukan hanya sekadar uang dan pengetahuan saja, namun dedikasi dan keinginan yang kuat juga menentukan. Ketidakpastian situasi politik dan krisis ekonomi nasional yang berkepanjangan merupakan saat tepat untuk mengkaji kembali hakikat pemugaran dalam perencanaan dan perancangan kota di Indonesia, lebih tepatnya di Kabupaten Lumajang sebagai bagian dari usaha pembentukan identitas bangsa.
 
Sebenarnya sejak tahun 1931, Indonesia, waktu itu Hindia Belanda, telah memiliki Monumenten Ordonantie Nr. 238, yaitu peraturan perlindungan terhadap bangunan lama/bersejarah. Pada tahun 1992, perangkat hukum tersebut direvisi menjadi UU Cagar Budaya Nomor 5/1992. Tetapi, keberadaan UU ini belum menjamin bahwa kegiatan pelestarian dan pemugaran di kota-kota Indonesia berlangsung baik, karena petunjuk pelaksanaan teknis maupun dukungan kebijaksanaan masih dalam proses penggarapan. Undang-undang tersebut pun direvisi dengan yang baru yaitu UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. dalam undang-undang tersebutpun juga masih belum jelas kebijakannya. Ibaratnya maling yang sudah jelas bersalah pun tidak bisa diadili karena peraturan2 yang menjeratnya saja masih belum ada. Ya..., meski sudah hampir 3 tahun ditetapkan, namun UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya ini masih belum mempunyai Perarutan Pemerintah sebagai dasar pelaksanaannya.

Lemahnya penerapan aspek legal dan kurangnya pemahaman mengakibatkan tidak sedikit benda/kawasan atau apapun yang jelas2 termasuk cagar budaya, baik yang sudah ditetapkan ataupun belum dikorbankan demi pembangunan baru (modernisasi). Di sinilah terjadi konflik kepentingan antara pro dan kontra kegiatan pelestarian/pemugaran. Situasi ini masih diperburuk dengan kurangnya partisipasi dan motivasi masyarakat dalam proses pembentukan lingkungan. Pertanyaan yang dapat diajukan adalah sejauh mana kaitan kegiatan konservasi dengan realitas sosial di Kabupaten Lumajang?

DALAM era pertumbuhan ekonomi, modernisasi fisik menjadi usaha penyetaraan. Semangat kebebasan yang berujung kapitalis atau apa itu melatarbelakangi proses tersebut. Pada sisi lain, orientasi terhadap tuntutan ekonomi tidak hanya menyebabkan deorientasi pembangunan fisik, tetapi juga penolakan terhadap konsep serta produk seni bangunan dan seni tatakota yang telah terbina, termasuk warisan sejarah dari zaman kerajaan hindu budha yang juga terjadi di Lumajang. Contoh konkretnya adalah Konservasi Penyelamatan Situs Biting.

Secara empiris, kegiatan konservasi di kebanyakan wilayah dipelopori dan dilakukan ahli-ahli asing atau sebagian kecil masyarakat berkecukupan yang sempat memperoleh pendidikan langsung/tidak langsung dari perguruan tinggi. Meskipun golongan masyarakat ini semakin hari jumlahnya meningkat, tetapi bukan jaminan penyebaran apresiasi terhadap warisan cagar budaya berjalan lancar. Terlebih lagi kegiatan pembangunan fisik perkotaan di Lumajang masih berada pada sekelompok masyarakat tertentu dan bagi mereka bahkan menjadi semacam komoditi. Kondisi ini mengakibatkan timbulnya kesenjangan di dalam struktur masyarakat yang tercermin juga pada sektor pembangunan fisik. Jadi, jelaslah mengapa kegiatan pelestarian dengan segala aspek kulturalnya masih bersifat politik dan ekomoni serta belum memasyarakat.

Atas dasar pemikiran inilah maka pertimbangan kritis terhadap warisan sejarah, khususnya benda cagar budaya, menjadi sentral. Diperlukan usaha kreatif dalam melestarikan warisan budaya sejarah tersebut. Nuansa pendidikan dalam mengapresiasi konsep lama dan menginovasi sejarah sebagai acuan untuk mengembangkan konsep baru menjadi hal yang tak terelakkan, seperti dituturkan arsitek Richard Rogers (1988)...In all fields, not least in architecture, it is generally accepted that to learn from the past is the way forward and that history is a prime generator. Proses ini pada hakikatnya merupakan semangat dari konservasi.
 
Dalam konsep pengungkapan kembali bangunan bersejarah perlu adanya suatu manfaat yang jelas bagi komunitas untuk masa kini dan masa depan. Konservasi harus mampu mengantisipasi dan menjawab permasalahan lingkungan, sehingga kegiatan konservasi bukan hanya untuk mengenang dan membekukan masa lalu.
 
Sentimental budaya harus dihilangkan karena sebagian dari masa lalu bukan untuk menjadi kenangan, melainkan untuk dijadikan pertimbangan bagi konsep pengembangan lingkungan hidup. Dengan demikian, hakikat dan salah satu tujuan penting konservasi bangunan dan kawasan cagar budaya adalah untuk proses belajar dan pengembangan komunitas di Kabupaten Lumajang
 
Melalui penafsiran sejarah dan apresiasi kritis terhadap warisan budaya ini diharapkan komunitas semakin mampu menghargai eksistensi warisan budaya. Dengan penulisan sejarah tentang bangunan dan kawasan lama pula, maka proses apresiasi ini bisa berlangsung.

Realitas sekarang menunjukkan, kegiatan konservasi masih berada pada posisi marjinal. Meski demikian adalah tanggung jawab bersama untuk menginformasikan dan menyosialisasikan kegiatan konservasi dengan pendekatan partisipatif, yaitu melibatkan masyarakat ikut mengartikulasikan permasalahan lingkungan. Partisipasi masyarakat mengindikasikan suatu bentuk proses perencanaan dan perancangan demokratis. Dengan demikian masyarakat tidak saja diberi kesempatan aktif mengenal, belajar dari lingkungannya, tetapi juga ikut bertanggung jawab.
 
Akan tetapi, mengingat realitas sosial masyarakat Lumajang, implementasi proses perencanaan dan perancangan masih memerlukan fungsi advokasi yang tidak sekadar memberi bantuan teknis, tetapi juga memberi dukungan dan bantuan moral kepada masyarakat serta melindungi hak dan kepentingan mereka. Jadi, fungsi advokasi ini diharapkan menjembatani berbagai kepentingan dari para pemangku dalam kegiatan pelestarian/pembangunan, yaitu masyarakat, swasta dan pemerintah.
 
Seandainya pembentukan identitas nasional diyakini dapat diraih melalui pelestarian kekayaan warisan budaya masa lampau, maka pembangunan lingkungan binaan seharusnya berangkat dari kenyataan yang ada. Proses pemahaman warisan budaya dan apresiasi makna sejarah didalamnya memerlukan waktu, karena keduanya juga bagian dari proses berbudaya suatu komunitas. Pada akhirnya, konservasi memang merupakan suatu kerja keras untuk menunjukan eksistensi dari sebuah kinerja budaya! 

Sebagian dikutib dari materi Kuliah Tamu Dr Ing Widjaja Martokusumo, staf pengajar Bidang Keahlian Perancangan Kota, Jurusan Teknik Arsitektur ITB

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar Sejarah di Reruntuhan Situs Biting

Bagi orang lumajang, yang terkenal dari kabupaten di kaki Gunung Semeru itu adalah pisang agung atau berbagai macam olahan dari buah pisang yang biasa dijadikan oleh-oleh khas lumajang. Sedangkan untuk destinasi wisatanya masih terpusat pada wisata alam seperti wisata bahari di pantai2 di laut selatan seperti Pantai Mbambang, Watu Godek, Watu Pecak, dll., kemudian ada Pemandian Alam Selokambang dan Segitiga Ranu di Lumajang bagian utara.
Namun saat ini, wisata sejarah dan budaya juga sudah mulai berkembang di Kabupaten Lumajang. salah satu destinasinya adalah di kawasan Situs Biting. Di kawasan tersebut terdapat Benteng Kota Raja Lamajang Tigang Juru yang terletak di Dusun Biting Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Beteng ini dikelilingi empat sungai yang sekaligus sebagai benteng alam. Keempat sungai itu adalah Sungai Bondoyudo sebelah utara, Sungai Bodang atau Winong di sebelah timur, Sungai Ploso di sebelah Barat, dan Sungai Cangkringan di sebelah Selatan. Sungai ini juga berfungsi sebagai jalur transpormasi dan perdagangan antar daerah dimasa lalu.

Sumber: http://kabarlumajang.net/berita-578-pemerintah-wajib-tetapkan-situs-biting-sebagai-cagar-budaya.html
Salah satu kawasan cagar budaya di Kabupaten Lumajang ini menawarkan wisata sejarah dengan mengunjungi lokasi Benteng, Jalan2 ke Museum Rakyat dan ziarah ke makam Arya Wiraraja.

Lumajang Tempoe Doeloe
Sejarah Kabupaten Lumajang bisa dilihat pada Postingan Pendiri Lumajang itu yang Bener Banyak Wide, Arya Wiraraja atau Menak Koncar??? aja ya. hehehe.

Situs Biting
Kini reruntuhan situs itu jadi titik favorit wisatawan, terutama pelajar yang melaksanakan studi lapang ataupun para peziarah dari Bali. Dengan ongkos masuk sebesar Rp 0,- alias gratis, wisatawan dapat mengunjungi sisa-sisa peninggalan Lumajang tempo dulu ini.
 akses jalan ke kawasan Situs Biting

Pintu Masuk Kawasan Situs

 
 Makam Arya Wiraraja






Foto-foto di Kompleks Makam Arya Wiraraja

 akses menuju Benteng di Situs Biting berupa jalan setapak dengan perkerasan tanah

 Gerbang Menuju Benteng

eng.. ing.. eng.. inilah masterpiece kita. Satu2nya benteng di Jawa yang masih ditemukan dalam keadaan utuh (Meskipun batu batanya sudah banyak yg hancur atau dicuri, namun benteng di Biting ini tergolong cukup utuh diantara puing2 benteng yang pernah ada di Pulau Jawa)
 Tampak depan

 Dilihat dari atas Benteng

 puing2 menara pengawas yang terdapat di dalam Perumahan Bumi Biting Indah (Perumahan timur)

Dinding Benteng yang berada di Berumahan Bumi Biting Indah (Perumahan Timur) kondisinya sangat mengenaskan karena bagian luarnya terkikis oleh aliran sungai Bondoyudho

Kawasan Situs Biting ini memang baru berkembang menjadi salah satu destinasi wisata pilihan di Kabupaten lumajang. Namun masyarakat disekitar situs dan beberapa komunitas yang peduli akan kelestarian Situs Biting ini telah lama mempromosikan event-event ataupun kegiatan yang berhubungan dengan situs. seperti mengadakan event Napak Tilas, ataupun malam kesenian setiap bulan purnama yang diisi dengan sendra tari ataupun teater yang biasanya berlatih tiap minggu sekali dalam naungan bengkel seni dengan salah satu seniman Lumajang (Pak Parmin sudah Go Internasional lhoooo) sebagai pelatihnya. 

Tertarik???
layaklah dicoba untuk destinasi wisata sejarah selanjutnya (^__^)d

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pendiri Lumajang itu yang Bener Banyak Wide, Arya Wiraraja atau Menak Koncar???

 
Apabila kita belajar sejarah Indonesia, khususnya Jawa Timur tidak akan asing lagi akan nama Banyak Wide, Arya wiraraja, dan Menak Koncar. Ketiganya berkaitan dengan kerajaan Singasari, Majapahit, dan Lumajang tempo dulu. Pada masanya beliau mempunyai peranan penting dan strategis yang menentukan arah dan kemajuan tiga kerajaan tersebut, terutama bagi Kabupaten Lumajang. .

Banyak Wide adalah nama gelar ketika beliau menjadi pejabat tinggi kerajaan Singasari pada masa pemerintahan Wisnu Wardhana yang berlangsung tahun 1250 masehi sampai tahun 1268 masehi. Banyak Wide yang lahir tahun 1232 masehi di lereng Gunung Lemongan. Lumajang dipercaya sebagai Penasehat Kerajaan atau sebagai Bebatangan. Bebatangan merupakan sebuah jabatan strategis dalam memberikan nasihat dan perencanaan terhadap perkembangan dan masa depan kerajaan Singasari. Beliau sangat dipercaya oleh raja dari Wangsa Rajasa keturunan Ken Arok dengan Ken Dedes. Kebetulan Raja Wisnu Wardhana yang juga bergelar Maharaja Sminingrat memerintah bersama dengan Ratu Anggabaya Narasinghamurti dari keturunan Wangsa Rajasa.

Arya Wiraraja adalah gelar yang diberikan oleh raja Kertanegara ketika Banyak Wide dilantik menjadi Adipati Madura yang berkedudukan di Sumenep. Kertanegara adalah raja Singasari pengganti Wisnu Wardana yang memerintah tahun 1268 masehi sampai tahun 1292 masehi. Pengakatan Arya Wiraraja menjadi Adipati Madura adalah sebuah promosi sekaligus menjauhkannya dari pusat pemerintahan Singasari. Hal ini karena adanya kekawatiran dari Wangsa Sinelir, yaitu keluarga keturunan Tunggul Ametung dengan Ken Dedes, kebetulan Raja Kertanegara keturunan dari Wangsa Sinelir. Pada masa pemerintahan Kertanegara Kerajaan Singasari mengalami masa kejayaannya. Kertanegara mempunyai cita-cita mempersatukan nusantara. Untuk mencapai cita-citanya Kertanegara melaksanakan Ekspedisi Pamalayu, kerjasama dengan Kerajaan Campa dan menolak keras tunduk pada Kerajaan Mongol dibawah kekuasaan Kaisar Khubilai Khan.

Madura merupakan wilayah diluar Pulau Jawa yang sangat strategis di samping Pulau Bali .Pengangkatan Arya Wiraraya di Madura merupakan ujian bagi kesetiaan dan kesempatan untuk menunjukan prestasi kerja terhadap kemajuan Singasari . Arya Wiraraja menjadi Adipati Madura mulai tahun 1269 masehi sampai tahun 1293 masehi .Madura dianggap sangat penting bagi Kertanegara karena letaknya bersebelahan dengan Jawa harus dikuasai dengan sempurna dann untuk menjaga agar tidak ada bibit perlawanan dikalangan internal kerajaan sekaligus menjaga kedudukan Singasari dari kerajaan sekitarnya. Ketika selesai melaksanakan tugasnya di Madura, Arya Wiraraja menjadi raja di Kerajaan Lamajang Tigang Juru dan Madura diserahkan kepada Adipati Arya Bangah saudaranya.

Menak Koncar adalah nama gelar yang didapatkannya ketika menjadi raja Lamajang Tigang Juru. Kedudukan ini didapatkan dari Raden Wijaya raja pertama Majapahit. Yang memerintah tahun 1293 masehi sampai tahun 1309 masehi . Majapahit merupakan kelanjutan dari kerajaan Singasari , dan Raden Wijaya adalah menantu Kertanegara raja terakhir Singasari. Minak Koncar selama ini dinilai besar sekali jasanya pada Raden Wijaya. Diawali ketika menerima Raden Wijaya mengungsi ke Madura, memintakan ampun pada raja Jayakatwang yang telah memberontak dan menguasai Singasari, membangun hutan Tarik menjadi desa Majapahit, mengalahkan Tentara Mongol , mendirikan dan menjadikan Raden Wijaya menjadi raja di Kerajaan Majapahit.

Raden Wijaya pernah berjanji kepada Arya Wiraraja ketika mengungsi ke Madura bahwa Pulau Jawa wilayah kerajaan Singasari akan dibagi dua sama luas. Sebelah barat untuk Raden Wijaya sedangkan sebelah timur untuk Arya Wiraraja apabila berhasil menjadi raja Majapahit. Janji itu akhirnya benar-benar dilaksanakan ketika Raden Wijaya dilantik menjadi raja Kerajaan Majapahit pada tanggall 26 Nopember 1293 Masehi dengan gelar Nararya Sanggramawijaya.

Bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Majapahit di wilayah barat dengan ibukota Trowulan, berdirilah Kerajaan Lamajang Tigang Juru di wilayah timur beribukota di Kutorenon dengan Arya Wiraraja sebagai raja dan bergelar Menak Koncar. Arya Wiraraja dinobatkan menjadi raja pada hari Kamis Legi tanggal 26 Agustus 1294 Masehi. Kerajaan Lamajang merupakan kerajaan merdeka, berdaulat penuh sejajar dengan Kerajaan Majapahit, bukan bawahannya. Setelah menjadi raja Lamajang, Arya Wiraraja idak pernah lagi menghadap apalagi sowan ke Majapahit. Namun untuk menjaga hubungan baik dengan Majapahit, Arya Wiraraja masih menempatkan anak dan kerabatnya, yaitu Nambi sebagai Mahapatih Amangkubumi , Ranggalawe sebagai Meenteri Amancaneegara, dan Lembu Sora menjadi Rakyan Patih Daha. Sedangkan Arya Wiraraja sendiri memusatkan perhatian terhadap pembangunan dan kemajuan Lamajang.

Pada masa pemerintahan Menak Koncar , Kerajaan Lamajang Tigang Juru mencapai masa kejayaan dan keemasan. Menak Koncar telah meletakkan dasar – dasar pemerintahan yang kuat .Beliau membangun sarana pertahanan berupa benteng, sarana perkotaan dengan Kutorenon sebagai ibukota pemerintahan. Dibangun juga sarana persembahyangan berupa candi , sarana transportasi dan perdagangan berupa pelabuhan dan lain lain . Dalam bidang pemerintahan Menak Koncar membangun keraton dengan segala sarana penunjangnya .Didalam kota raja Menak Koncar membagi menjadi beberapa kawasan , yaitu Kawasan Keraton , Kawasan Keputren , Kawasan Pemandian dan Taman Sari , Kawasan Persembahyangan, Kawasan Perdagangan dan Kawasan Kemiliteran. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa nama Banyak Wide, Arya Wiraraja dan Menak Koncar adalah satu orang alias sama. Beliau menjadi raja Lamajang Tigang Juru yang meliputi wilayah Tapal kuda [Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi] Madura dan Bali. Menak Koncar menjadi raja Lamajang Tigang Juru Mulai tahun 1293 sampai tahun1316 Masehi.

Menak Koncar yang dilahirkan di Dusun Nangkaan Desa Ranu Pakis Kecamatan Klakah ini meninggal karena sudah tua yaitu diusia 84 tahun dan di makamkan di Dusun Biting Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono. Makam ini sekarang menjadi bagian dari Situs Biting. Situs Biting merupakan bagian dari Cagar Budaya Lumajang yang harus dipelihara dan dilestarikan.Sebagai warga Lumajang kita harus bangga terhadap tokoh Banyak Wide atau Arya Wiraraja yang juga bergelar Menak Koncar. Tokoh ini dapat kita jadikan panutan dan sumber inspirasi dalam membangun Lumajang sekarang dan masa depan.

JADI, Pendiri Lumajang itu yang Bener Banyak Wide, Arya Wiraraja atau Menak Koncar???
Sudah tau kan jawabannya.. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS