maaf., SEBENARNYA ini postingan yang amat sangat terlambat..., ^^
kemaren baru liat folder yg berisi foto2 ini sih, jd langsung tak posting.
kegiatan ini sebenarnya Masih dalam rangkaian acara KEMAH KERJA MAHASISWA KE XXXIV lalu, telat banget seh nulisnya. Tapi tidak apalah, hehehe.
Senin sekitar akhir bulan februari 2012
Acara pagi ini adalah berkunjung ke SDN Patok Picis 1, dengan agenda, jadi guru pengganti sebelum para MABA FT-UB datang ke bumi KKM. Dan kami para peserta harus mengikuti upacara
bendera, kan wajib tuh tiap senin bagi murid-murid. Turun dari mobil,
ternyata upacara sudah setengah jalan, yakni pembacaan Pancasila. Kami
semua langsung membaur. Beberapa peserta langsung di belakang
murid-murid SD,
Ingatanku melayang pada masa 10 tahun yang lalu, ketika
masih mengenakan seragam putih-merah. Aku dulu selalu jadi pembaca UUD 1945,
kadang jadi komandan pleton, kadang juga jadi pembaca doa. Tapi yang paling sering yah jadi peserta
. Dulu aku selalu memilih baris di bawah pohon dekat pagar sekolah, alasan pastinya
yah karena biar gag kepanasan :p tapi berhubung dulu agak tinggi dari temen-temen yang lain jadinya mesti di pindah ke baris paling depan deh!! ==", . Dulu kalo baris, sulit sekali kalau
diatur.”
Itulah yang tercermin saat upacara pagi ini, mereka ramenya minta
ampun, parah pokoknya. Saat pembina upacara maju, beliau yang juga
kepala sekolah, berbicara panjang lebar, dengan suara yang menggelegar
yang mampu membangkitkan semangat semua anak didiknya, bahkan kami juga.
“kalian harus belajar yang rajin yang sungguh-sungguh,
biar bisa kuliah di TEKNIK, seperti kakak-kakak kalian ini. Mereka Kuliah di UB, ada yang dari dari Malang, Blitar, Situbondo, Kalimantan, dan Kendari juga ada. Kalian
harus patuh sama ibu guru. Disuruh belajar, belajar, jangan malah main.”
Hatiku bergetar, seolah ada sebuah resonansi dalam dadaku. Mataku
sedikit menerawang jauh, membayangkan dulu saat aku berdiri diujung
sana. Pembina upacara tak henti-hentinya setiap senin, selalu memotivasi
kita, hingga aku sampai pada titik ini. Titik yang mungkin tidak semua
dari kami (temen SD ku), bisa berdiri pada titik ini. TUHAN, jagalah aku
dan teman-teman ku
Setelah upacara, dilanjut ngajar. aku kebagian kelas 4, kadang juga masuk di kelas 2., duhhh., rame beud dah pokoknya. Jam
menunjukan pukul 11.00, dimana kami harus meninggalkan SD pukul 12.30.
yang lucu, smua anak SD itu meminta tanda tangan dan no. Hape kami,
bahkan minta foto bareng. Sesi foto dimulai, awalnya semua dari kami dan
hampir semua dari mereka, foto bareng, tapi kekacauan lah yang terjadi,
sulit sekali diatur. Capek ngatur, karena udah panas n dikejar waktu,
ganti gurunya yang mau foto bareng. Oke, muridnya sampe dimarahin bahkan
diusir agar gag ikut foto, hehehe. Pas kamera udah siap, murid-murid
itu tetap saja berdiri dekat kami, hitungan 1….2….. hampir 3,
bruuuulllll, semuanya nimbrung lagi. Diusir lagi, siap-siap foto lagi,
hitungan 1….2….. hampir 3, bruuuulllll, semuanya nimbrung lagi. Hahaha,
dasar anak SD narsis. Akhirnya untuk yang ke-5 kalinya, foto itu
berhasil
ini dia nih penampakan poto-poto pas disana.., sayangnya pas bagian upacaranya malah gak ada., hehehe
cekidot :))
kelakuan di dalam kelas *elus dada*
suasana pas istirahat
gurunya juga istirahat donggggg ^o^
Bareng Anak2 Elektro
bareng bu kepala sekolahnya
miss the moment :*
saatnya pulanggggg
sesi poto bareng bu guru :))
gurunya gak mau kalah pose :D
baru juga istirahat mau bobok ciang.., ehhh murid2nya udah minta belajar barengggg.
Terima kasih SDN PATOKPICIS 1, engkau telah mengingatkan kami akan
masa kecil kami yang indah, menganggap bahwa hidup itu penuh kesenangan
tanpa perjuangan. Tapi sekarang, kami telah sedikit mengerti akan makna
hidup yang pernah kami alami dulu. Tidak pernah seindah yang kami
bayangkan.
Tribute to Our teacher, everywhere. Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa